Friday, June 1, 2012

Renungan Jumaat : Doa sang pencinta sejati

Diriwayatkan menjelang Perang Uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa’d bin Abi Waqqash untuk berdoa. Ajakan itu dipersetujui oleh Sa’d. Keduanya mulai berdoa. Sa’d berdoa terlebih dahulu:

“Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dgn musuhku, berilah aku musuh yang sangat perkasa. Aku berusaha membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan kepadaku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya (sebagai rampasan perang).”

Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdoa:

“Tuhanku, berilah aku musuh yg gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku bertemu denganMu, Engkau akan bertanya: ‘Man jada’a anfaka wa udzunaka?’ (Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bahawa  keduanya terpotong ketika aku berjuang di jalanMu dan jalan Rasulullah (fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata: ‘Kamu benar!’ (shadaqta).”

Sa’d mengaminkan doa Abdullah tersebut. Keduanya berangkat ke medan Uhud dan doa keduanya dimaqbulkan Allah.

Sa’d bercerita kepada anaknya, “Duhai anakku, doa Abdullah lebih baik daripada doaku. Di senja hari aku lihat hidung dan telinganya tergantung pada seutas tali.”

USR Blogger Team : Subhanallah begitu tinggi ukuran cinta zuhud kepada penciptaNya. Kita berdoa meminta yang muluk dan indah seakan ingin memiliki dunia selamanya tetapi para sahabat berdoa untuk pulang ke akhirat dengan membawa sesuatu yang boleh dibanggakan Allah subhanahuwataalah. Wallahuallam.

0 ulasan:

Post a Comment