Thursday, December 1, 2011

Renungan Jumaat: Menghadapi Ujian dan Dugaan...


Tiap manusia yang hidup di dunia tidak terlepas menerima berbagai ujian. Ujian itu datang dalam berbagai bentuk dan rupa hingga kadangnya memungkinkan kita tewas.Namun sebenarnya agama kita sudah memberikan petunjuk untuk kita menyelesaikan berbagai ujian kehidupan tersebut, diantaranya:

Pertama, kita harus yakin bahwa cubaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan cubaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)

Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cubaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita jika kita boleh menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cubaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencubanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhaan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, yakinlah bahwa setiap ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, kita harus selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Kelima, kita harus yakin bahwa setelah dalam kesulitan pasti ada kemudahan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Ingatlah, janji Allah pastilah benar.

Keenam, kita harus selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah berikan, kerana Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Sikap optimis melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimis berupaya menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Ketujuh, kita harus menghadapi ujian dengan usaha dan doa. Kerahkan segala ikhtiar untuk menyelesaikan setiap ujian, dan bingkai usaha itu dengan doa. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7–8).

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan doamu.” (QS. Al-Mu’min: 60)

p.s Oleh kerana saya ada urusan di luar mulai petang ini mungkin hingga Sabtu maka siri ini saya awalkan.Terima kasih.

0 ulasan:

Post a Comment