Monday, January 7, 2013

Harungi sungai besar demi pelajaran



 Penduduk di Romang Tangaya terpaksa membenarkan anak mereka untuk pergi ke sekolah di seberang sekitar kampung Kajenjeng. Budak-budak ini yang berusia antara 8 dan 11 tahun terpaksa mendayung sendiri di atas sungai yang luas dan bahaya demi meneruskan pelajaran mereka setiap hari.

Kisah ini mengingatkan aku tentang murid-murid dari kampungku Kampung Kuala Semerak ke SK Cherang Ruku, Pasir Puteh, Kelantan sebelum ada jambatan, murid dari Kampung Bukit Tanah ke SMK Semerak (sekarang SMK Dato' Ismail) ataupun murid SK Pulau Beluru (aku pernah melawatnya) di lembangan sungai Kelantan dan juga barangkali di merata dunia lagi.

Sesungguhnya pahit getir yang dilalui ini adalah "sekolah pengalaman" yang banyak mengajar erti kesabaran, kegigihan, menghargai nikmat keamanan dan kemakmuran yang dinikmati oleh mereka yang pernah melaluinya..ya hanya yang pernah melalui tahu dan mengerti..


3 ulasan:

Anonymous said...

Dunia dan persekiataran mrk dah macam tu. itu je jalan dan caranya...kenalah buat, bohh. POK WEL

Anonymous said...

It’s recently been months since I been to your website.
Just wanted to avoid by simply and wish people, as well as the one you have,
an incredibly content vacation!
My homepage Genital Warts Home Remedies

Anonymous said...

This specific pattern has attained another degree as a result
of involving on-line blog-post services that you may carry out the way.
Since the majority consumers spend more time on-line, blogs
and forums such as make this happen punch the study straight into overdrive
Feel free to surf my webpage :: Check Background

Post a Comment