Friday, June 18, 2010

Renungan Jumaat - Ujian Tanda Kasih Allah pada hambaNya



"Dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai dugaan; dan kepada Kami-lah kamu semua akan dikembalikan" [Al-Anbiyaa’: 35]

"Allah tidak memberi kesusahan seseorang hamba melainkan apa yang terdaya olehnya"[Al-Baqarah: 233]

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahawa ujian yang dikenakan kepada setiap hamba, adalah bersesuaian dengan apa yang mampu ditanggungnya. Dan setiap orang pula berbeza tahap tanggungannya dan penerimaan mereka terhadap ujian serta dugaan

Ujian yang diberikan juga adalah untuk mengukur tahap keimanan seorang hamba. Ini telah dibuktikan secara jelas berdasarkan ayat 2-3 surah al’-Ankabut;

"Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu dugaan)?Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu sebelum mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang benar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahui-Nya akan orang-orang yang berdusta." [al-Ankabut: 2-3]

Bentuk-bentuk ujian yang diberikan


Di dalam al-Quran, ada disebutkan ujian-ujian yang diberikan oleh Allah kepada kaum manusia hambanya. Antaranya adalah;

1. Dugaan yang diberikan kepada kaum Nabi Musa dan Harun adalah dengan anak lembu, yang mana mereka jadikan sembahan. (al-A’raf: 148, Thohaa: 90)
2. Unta betina sebagai ujian buat kaum Tsamud (al-Qamar: 27)
3. Bangunan-bangunan tinggi (yang mewah) buat kaum ‘Ad (al-Fajr: 7-8)
4. Dugaan yang diberikan ke atas pemilik kebun-kebun dari kalangan kaum Musyrik dengan kebakaran. (al-Qalam: 17)
5. Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa serta buah-buahan. (al-Baqarah: 155)
6. Anak-anak serta harta benda sebagai dugaan. (al-Taghabun: 15)
7. Jihad sebagai ujian bagi orang yang beriman (al-‘Ankabut: 6)
8. Nikmat duniawi sebagai ujian buat para manusia. (al-Zumar: 49)
9. Kekayaan dan kemiskinan sebagai ujian. (al-Fajr: 15-16)
10. Kehidupan serta kematian sebagai ujian. (al-Mulk: 2)

Sabar sebagai pelampung bagi orang yang beriman

Orang yang beriman, telah diperingatkan oleh Allah Azza wa Jalla supaya bersabar dalam menghadapi masalah. Telah datang petunjuk buat orang beriman apabila diuji;

"Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersedia dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." [Ali Imran: 200]

Kata-kata hikmah dari‘Umar al-Khattab ini sebagai panduan.

Umar berkata, “Alangkah baiknya mendapat separuh beban pada dua sisi binatang tunggangan. Alangkah baiknya apa yang ada di antara beban dua sisi itu, “iaitu, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami kepunyaan Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-Baqarah: 156-157). Juga firman-Nya, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (al-Baqarah: 45) [Riwayat al-Bukhari,

0 ulasan:

Post a Comment